Coba Lindungi Ibunya dari Kebakaran, Bocah Ini Kritis di Rumah Sakit


Anak laki-laki ini adalah contoh seorang anak yang amat mencintai ibunya meski dalam kondisi paling berbahaya sekalipun.

Jin (7), nama bocah itu, kini terbaring di sebuah rumah sakit karena mengalami luka bakar serius karena tak mau meninggalkan ibunya saat kediaman mereka di Sanya, wilayah selatan China, terbakar.

Menurut harian Southern China Daily, kebakaran itu terjadi pada 30 Maret dini hari. Saat kebakaran terjadi sang ayah Jin Haitao sudah berangkat bekerja.


Kebakaran itu mengakibatkan sejumlah barang di rumah tersebut terjatuh dan memerangkap sang ibu. Namun, Jin kecil tak mau pergi dan tetap mendampingi ibunya.

Laporan harian tersebut tak menjelaskan bagaimana Jin dan ibunya diselamatkan. Satu hal yang pasti kedua orang mengalami luka bakar cukup parah dan kini dirawat di rumah sakit.

"Saya merasakan sakit di tubuh dan hati saya. Saya tak bisa melindungi anak saya," kata Li Xiyin, sang ibu sambil menangis.

"Dia (Jin) berbaring di samping saya dan mengatakan dia akan pergi jika saya juga pergi. Dia ingin melindungi saya. Bukankah dia anak yang baik?" ujar Li sambil terisak.

Saat ini kondisi Li sudah relatif stabil tetapi Jin mengalami masalah di saluran pernapasannya dan masih dirawat di ruang ICU.


Chen Xinlong, direktur departemen luka bakar dan operasi plastik rumah sakit itu mengatakan, Jin dalam kondisi serius dan membutuhkan setidaknya tiga operasi saat kondisinya stabil.

Keluarga Jin kemudian berusaha menggalang dana untuk membiayai pengobatan bocah itu. Dan hanya dalam waktu empat jam berhasil mengumpulkan uang 450.000 yuan atau sekitar Rp 986 juta.

Saya tak tahu harus berkata apa. Keluarga saya amat berterima kasih kepada mereka yang memberi donasi," kata ayah Jin.
Diperkirakan, biaya pengobatan Jin bisa mencapai 500.000 yuan atau sekitar Rp 1 miliar. Namun, Dr Chen Xinlong mengingatkan biaya bisa bertambah tergantung kondisi Jin.


Bandar Bola Terbesar Dan Terpercaya




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.