Ini Tandanya Kesemutan dan Kebas Terjadi karena Neuropati


BERITA DOTZ - Kesemutan dan kebas atau baal menjadi tandutama neuropati karena kerusakan saraf tepi. Pakar mengatakan ada beberapa hal yang bisa dijadikan acuan kapan harus ke dokter jika mengalami kesemutan dan baal.

dr Manfaluthy Hakim, SpS(K), Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi, Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) Pusat, mengatakan kesemutan dan baal yang terjadi karena neuropati biasanya terjadi sering tanpa ada pemicu.


Jadi kesemutan dan kebasnya frekuensinya meningkat, dan tidak terjadi hanya di posisi tubuh tertentu, serta terjadinya sering," tutur pria yang disapa dr Luthy ini, dalam temu media Studi Klinis NENOIN 2018 di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Ia menjelaskan bahwa kesemutan dan kebas biasa akan hilang setelah berganti posisi tubuh. Kesemutan dan kebas ini lazim terjadi misalnya karena kesalahan posisi duduk, dan akan hilang begitu posisi diubah.

Nah, kesemutan dan kebas karena neuropati lazim terjadi pada pasien-pasien penyakit kronis seperti ginjal atau diabetes. Pada kondisi ini, kesemutan dan kebas terjadi karena tubuh kekurangan vitamin B yang berguna untuk menjaga kesehatan saraf.'

Meski begitu, kekurangan vitamin B yang menimbulkan kesemutan juga bisa terjadi pada orang-orang yang kurang makan daging dan kacang-kacangan. Gaya hidup tidak aktif (sedentary) dan konsumsi alkohol juga bisa membuat tubuh kekurangan vitamin B.

"Kalau sering kesemutan tapi ganti lifestyle lebih aktif olahraga, makan gizi seimbang, atau minum suplemen vitamin B sudah hilang, berarti bukan karena neuropati," paparnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.