Biaya Fantastis Perawatan Mobil Mewah Pejabat


Tak hanya dibeli dengan harga sangat mahal ternyata mobil para pejabat publik yang asetnya disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi juga memakan banyak biaya untuk perawatan setiap bulannya.

Jika diasumsikan pejabat publik sekelas bupati atau wali kota mendapat upah bersih sekitar Rp50 juta per bulan, biaya perawatan mobil koleksi mereka membutuhkan uang lebih banyak dari itu.


Pengamat Otomotif, Jusri Pulubuhu mengatakan untuk mobil seharga Rp5 miliar saja, biaya awal yang paling tampak adalah pengurusan surat tanda nomor kendaraan (STNK) setiap tahunnya.

"Setelah dia beli kalau dengan angka (pembelian) Rp5 miliar, saya bisa pastikan pajaknya di atas Rp50 juta untuk STNK per tahun. Ini belum ditambah biaya perawatan," ujar Jusri, dalam Selamat Pagi Indonesia, Jumat, 23 Maret 2018.

Jusri mengatakan rata-rata kendaraan mewah yang dibeli hanya untuk dipamerkan di garasi rumah untuk menegaskan reputasi dan eksistensi mereka. Jarang ada yang dipakai berkeliling apalagi sebagai kendaraan operasional kerja.

Meskipun hanya terparkir di garasi rumah, biaya perawatan kendaraan mewah itu tidak main-main. Minimal setiap bulannya pemilik harus mengeluarkan Rp5 juta hingga Rp10 juta.

Biaya tersebut termasuk untuk menghidupkan baterai, perawatan dan penggantian oli, sampai dengan mengoperasikan mobil agar ban tidak cepat hancur.

"Itu untuk mobil yang tidak dipakai ya, kalau dipakai waw luar biasa (biayanya). Mobil yang harganya Rp1 miliar saja biaya perawatanya Rp5 juta, itu untuk kategori premium bukan supercar. Jadi kalau dibandingkan dengan renumerasi gaji pejabat tentu tidak masuk akal," kata Jusri.


Menurut Jusri bagi kalangan menengah atas biaya jutaan hanya untuk perawatan mobil adalah hal normal. Terlebih bagi pengusaha yang memang berduit.

Ia mengatakan, ada pengusaha yang sampai memiliki ratusan koleksi mobil mewah dan motor mahal di garasinya dan hal itu dianggap wajar. 

"Tapi ini akhirnya menginspirasi banyak generasi baru, ingin punya mobil mewah dengan berbagai cara. Makanya menurut saya yang seperti ini harus diberikan sanksi sosial di samping sanksi pidana, beramai-ramai kita mengucilkan kelompok tersebut," kata dia.



Bandar Bola Terbesar Dan Terpercaya


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.