Api Kebencian di Antara Rooney dan Manchester City


Dibandingkan denga satu dekade silam, Wayne Rooney boleh jadi bukan orang dan pemain yang sama. Namun, kebenciannya kepada Manchester City tak pernah luntur. Itulah yang membuatnya bisa melakukan hal luar biasa ketika Everton --klubnya kini-- bertemu dengan ‘Manchester Biru’ di stadion Emirates, Agustus 2017.
Ketika pertandingan yang berakhir dengan skor 1-1 itu berjalan 35 menit, The Toffees berhasil melakukan skema serangan balik cepat yang membuat Nicolas Otamendi dan kawan-kawan keteteran.
Dominic Calvert-Lewin berhasil mengecoh Leroy Sane dan Benjamin Mendy sekaligus sebelum tiba di kotak penalti. Setelah aksi yang memancing decak kagum tersebut, jebolan akademi Everton itu memberikan umpan kepada Rooney yang tak terkawal. Butuh satu sentuhan saja bagi Rooney untuk mengonversikan umpan tersebut menjadi gol.
Namun, alih-alih merayakan gol dengan berlari ke tribune Everton, Rooney justru menuju ke sudut stadion yang penuh diisi oleh penggemar The Citizens yang sedang geram-geramnya.
Ia berlari sambil merekatkan ujung jari tangan kiri dan kanannya ke masing-masing telinganya. Setelah aksi tersebut, Rooney melompat dan berteriak sampai urat-urat lehernya tampak jelas di kamera.
Usai pertandingan, sebagaimana dilansir Telegraph, Rooney berkata, “Mendapatkan hasil seperti ini sangatlah luar biasa. Saya pikir, sisi merah-nya Manchester juga akan menikmati gol saya.”
Adapun, gol itu sendiri merupakan gol ke-9-nya melawan City di ajang Premier League. Sampai detik ini, hanya Alan Shearer yang lebih sering melukai City di ajang Premier League. Eks striker Newcastle United itu sukses membobol gawang City 12 kali sepanjang kariernya.

Namun, pencapaian striker yang mencetak 260 gol di ajang Premier League pada periode 1992-2006 itu tentu tak ada apa-apanya jika dibandingkan Rooney. Shearer hanya melawan City yang terbiasa kalah dan City yang belum masuk dalam debat kusir pencinta sepak bola di seluruh dunia.

 
Sementara, Rooney merasakan fase transformasi City dari mulanya tim semenjana menjadi tim kelas dunia. Sebagai pemain yang membela Manchester United selama 13 tahun, rasa sakit menyaksikan kebangkitan City itu tentu saja dirasakan Rooney. Apalagi, jika mengingat apa yang terjadi di partai pemungkas Premier League musim 2011/12. 

 Ketika itu, ‘Iblis Merah’ berhasil menang 1-0 atas Sunderland berkat satu gol yang Rooney ciptakan. Namun, harapan Rooney dan rekan-rekannya untuk mempersembahkan trofi Premier League lainnya kepada Sir Alex Ferguson –manajer United kala itu– hancur berantakan setelah Sergio Aguero berhasil mencetak gol di menit ke-94. Gol itu membuat City menang 3-2 atas Queens Park Rangers dan dari sanalah, City berhak merengkuh trofi Premier League perdananya. 

Dan rasa sakit hati itulah yang melandasi selebrasi Rooney tadi. Bukannya tak mungkin, rasa sakit hati itu jua yang akan membuat Rooney melakukan hal spektakuler lainnya ketika Everton bersua City di Goodison Park, Sabtu (31/3/2018). Sebab, dengan cara itulah Rooney bisa menunjukkan bahwa sisi merah Manchester dalam dirinya takkan tinggal diam melihat City berjaya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.