Punya Uang Jutaan hingga Mobil 2 Pengemis Ini Bikin Takjub

 poloqq


Jakarta menjadi magnet tersendiri bagi mereka yang ingin mengubah nasib. Tak jarang dari mereka hanya bermodalkan nekat tanpa dibekali keterampilan memadai.

Akibatnya, mereka pun melakoni pekerjaan apa adanya. Ada yang bekerja di sektor informal, bahkan tidak sedikit yang menjadi pengemis di sudut-sudut jalan Jakarta. Mereka meminta belas kasihan pengguna jalan maupun para pengendara, untuk mendapatkan rupiah demi rupiah.

Siapa sangka, di balik "profesi menengadahkan tangan" itu, ternyata mereka berhasil mengumpulkan pundi-pundi hingga jutaan rupiah. Bahkan dari hasil mengemis itu, ada yang mampu membeli mobil dan sejumlah benda berharga lainnya.

Hal tersebut terungkap saat para pengemis itu terjaring dalam operasi petugas dinas sosial. Tak hanya membawa sang penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), petugas juga mengamankan barang bukti. Di antaranya emas dan uang puluhan juta rupiah.

Berikut ini deretan kisah-kisah pengemis tajir yang menyimpan harta serta benda berharga lainnya.



Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan menahan seorang pengemis yang biasa beroperasi di bawah jembatan layang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Petugas dibuat tercengang, sebab ditemukan uang Rp 90 juta dari pengemis asal Sumatera Barat tersebut.

Pengemis tajir tersebut diketahui bernama Muklis M (64). Dia ditangkap petugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) Jakarta Selatan, Selasa 11 Oktober 2016. Saat ditangkap petugas Dinsos, Muklis tampak tidak membawa uang.

"Namun, setelah digeledah ternyata terdapat uang pecahan seratus ribu mencapai Rp 80 juta. Sedangkan uang Rp 10 juta sisanya terdiri dari pecahan Rp 50 ribu dan Rp 20 ribuan. Ditambah pecahan receh kecil sebanyak 250 ribu," kata Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Mursidin, di Jakarta, Selasa 11 Oktober 2016.

Pengakuan Muklis, kata Mursidin, uang tersebut dia dapat dari hasil mengemis selama enam tahun. "Dia menargetkan uang sebanyak Rp 150 juta, jadi masih kurang Rp 60 juta lagi untuk dibawa pulang," ujar Mursidin.

Uang-uang tersebut Muklis simpan di celana yang memiliki banyak saku atau kantong. "Celana yang dipakai dobel tiga. Ketiga celana mempunyai banyak kantong, dan setiap kantong terisi uang," ujar Mursidin.

Muklis rajin menukarkan uang hasil mengemis ke bank. Setiap Rp 1-2 juta dia tukar dengan uang Rp 100 ribuan.

Petugas sempat curiga dengan uang yang dimiliki Muklis tersebut. Apakah benar hasil mengemis atau dari hal lain. Namun, Muklis naik pitam ketika petugas bertanya hal itu kepadanya.

"Mukhlis marah dan akan memperkarakan petugas ke Polisi, karena uang itu bukan hasil tindak kriminal," Mursidan menjelaskan.



Hanya menjadi seorang pengemis, seorang kakek tua, warga Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, berhasil memiliki penghasilan melebihi pegawai kantoran. Luar biasa, dengan hanya mengemis, sang kakek berhasil mengumpulkan pendapatan hingga Rp 4 juta per bulan. Karena mengemis juga, si kakek bisa membeli mobil.

"Sudah belasan tahun saya ngemis di Cilegon dan Serang. Alhamdulillah saya punya kreditan mobil pikap dan motor yang mesinnya gede itu (Yamaha Satria F)," kata Amat di Kantor Satpol-PP Kota Serang, Banten, Selasa 9 Desember 2014.

Pengemis ini terjaring razia yang dilakukan Satpol-PP Kota Serang di perempatan Ciceri, Kota Serang, Banten

"Setiap hari minimal Rp 100 ribu. Kalau hari libur bisa Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu per hari. Lumayan buat bayar cicilan mobil sama motor. Mobil aja DP-nya Rp 15 juta, cicilannya Rp 3 juta. Motor DP-nya Rp 4 juta, cicilannya Rp 900 ribu per bulan. Jadi per bulannya harus Rp 4 juta buat bayar kreditan," terang Amat.


Selain memiliki mobil dan motor, Amat pun memiliki lio atau tempat pembuatan batu bata merah dari hasil mengemisnya. "Saya memiliki 7 orang anak, mobil dan motor dipakai anak yang tinggal di Tangerang. Sekarang saya tinggal di kontrakan di daerah Ciwaktu (Kota Serang)," jelas dia.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.