Jabat tangan Ahok dan Habib Rizieq

Ini adalah kekhawatiran yang muncul belakangan, terutama setelah Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dituding melakukan penistaan agama - sebuah tuduhan masih diselidiki oleh kepolisian.
Tapi pengamat media sosial Nukman Luthfie kepada BBC Indonesia mengatakan, ''(kabar-kabar bohong) itu bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan secara berlebihan. Sekadar khawatir iya, makanya pemerintah harus bertindak, karena tetap saja masih bisa ada yang bisa termakan,' katanya.
''Tapi tidak usah berlebihan, karena orang-orang yang sehat di media sosial itu banyak, mereka yang akhirnya menentramkan sendiri, tidak usah pusing.''
Ini bukan pertama kali dan bukan yang paling keras fitnahnya, kata Nukman. ''Sosial media juga tidak seheboh yang kemarin karena orang sudah belajar, mana yang hoax, mana yang editan, dan mana akun palsu, bagaimana cara informasi yang benar. Jadi walau ada yang main-main di situ (membuat berita hoax) tidak ada gunanya. Dibantah juga sudah selesai. Tidak mempan lagi.''
Berikut BBC Indonesia merangkum sejumlah kabar bohong yang beredar di media sosial dalam sebulan terakhir.
Kabar yang tersebar akhir Oktober ini masih banyak ditemukan di internet. Isinya seakan-akan seperti laporan via WhatsApp antara anggota polisi dan komandannya terkait kedatangan ''pasukan Cina yang (akan) menghadapi demo bela Islam untuk membela Ahok''.
2. Satu kata yang mengubah arti
Satu kata bisa mengubah arti. Itu yang tercermin dalam sebuah hoax yang tersebar di media sosial. Seseorang mengambil berita Kompas.com dan mengganti satu kata dalam judul sehingga membuat artinya menjadi sama sekali lain. Bandingkan:
  • Ahok: Kamu kira kami NIAT bangun masjid dan naikkan haji marbut?



Artikel asli berisi pernyataan Ahok yang mengklaim bahwa program-programnya Benci umat Islam. 

Foto Habib Rizieq yang berjabat tangan dengan Ahok ini Nyata 
Dia mengunggah foto  itu dalam akun Facebook-nya dan mendatangkan reaksi yang beragam. Orang-orang yang rajin mengikuti karyanya langsung mengerti bahwa itu adalah foto asli  . "Damai dunia," kata satu pengguna. Tapi ada juga yang menganggapnya sangat serius. "Berhentilah hasut dan fitnah. Tambah ngerusak bangsa," kata yang lain.
FOTO
Tidak jelas siapa yang pertama kali mengunggahnya, tetapi pada 11 Oktober 2016 sebuah gambar unjuk rasa besar muncul dengan keterangan ''Jakarta hari ini... media bungkam''. Pesan ini dibagikan dari satu akun ke lainnya, dari Facebook, Twitter, hingga WhatsApp - mempertanyakan mengapa media tidak meliput demonstrasi soal Ahok yang sangat besar ini?

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.